Grzegorz Krychowiak Mengalami Masa Sulit Di Paris Saint Germain

Grzegorz Krychowiak Mengalami Masa Sulit Di Paris Saint Germain

Grzegorz Krychowiak , Ligue 1 – Pindah ke klub baru akan selalu memberi tantangan tersendiri bagi seorang pemain sepakbola. Perbedaan suasana di klub hingga kultur di kota atau negara yang baru seringkali menyulitkan seorang pemain untuk melakukan adaptasi dengan cepat. Bahkan ketika seorang pemain pindah ke klub baru karena dibawa oleh manajer dari klub lama yang menangani sebuah klub baru. Tuntutan untuk melakukan perubahan strategi, formasi dan cara bermain dapat membuat proses adaptasi menjadi semakin sulit. Hal tersebut kini dialami oleh gelandang Grzegorz Krychowiak yang pindah ke Paris Saint Germain dari Sevilla karena dibawa oleh manajer Unay Emery. Pemain internasional Polandia tersebut masih kesulitan menemukan kembali performanya seperti saat membela Sevilla. Tuntutan untuk menjalani peran berbeda karena Unay Emery juga dituntut melakukan perubahan formasi membuat proses adaptasi mantan pemain Bordeaux tersebut lebih sulit ketika kembali ke Perancis.

Grzegorz Krychowiak Mengalami Masa Sulit Di Paris Saint Germain

Permainan gelandang bertahan tersebut masih belum memuaskan meski Paris Saint Germain menang pada laga tandang melawan AS Nancy dengan skor 2 – 1. Grzegorz Krychowiak dibawa Emery ke Paris Saint Germain untuk memudahkan sang manajer melakukan perubahan formasi dan gaya bermain seperti yang biasa dijalankan di Sevilla. Namun penolakan para pemain senior dan keinginan mereka untuk tetap bermain dalam formasi 4 – 3 – 3 membuat tugas Emery menjadi lebih berat dan adaptasi Krychowiak menjadi semakin sulit. Dengan formasi 3 pemain tengah; posisi Krychowiak sebagai gelandang bertahan menjadi sulit untuk menemukan tempat. Terlebih lagi ketika trio Thiago Motta, Blaise Matuidi dan Marco Verratti telah lama bermain bersama dan terbiasa dimainkan dalam formasi tersebut.

Gelandang 26 tahun tersebut mengalami masa sulit di dalam maupun di luar lapangan. Kondisi tersebut mengundang komentar dari sang manajer bahwa Krychowiak harus mampu membawa kualitas yang ia miliki ke dalam tim. Emery mengatakan bahwa Krychowiak memiliki kualitas istimewa sebagai seorang pemain; ia juga telah mengenal Ligue 1 karena mengawali karir sebagai pemain Bordeaux dan bermain di Perancis selama 6 musim. Kerja keras dan keinginan untuk beradaptasi dengan kondisi baru di Paris Saint Germain akan membuat semuanya lebih muda bagi sang pemain.

Kesulitan terbesar bagi Grzegorz Krychowiak di lapangan ada pada tuntutan untuk bermain dengan peran di luar dari kemampuan alaminya sebagai gelandang perusak. Ia merupakan gelandang bertahan yang sangat efektif untuk merusak formasi dan alur serangan lawan; namun memiliki kelemahan di aspek teknis. Formasi 4 – 2 – 3 – 1 yang biasa dimainkan di Sevilla memberi keuntungan bagi Krychowiak karena ia memiliki rekan dengan kelebihan teknis di posisi gelandang bertahan. Hanya saja formasi tersebut gagal dikembangkan karena penolakan para pemain utama yang ingin tetap bermain dengan formasi 4 – 3 – 3 dan mengutamakan penguasaan bola seperti era Laurent Blanc.